Koleksi sajak hasil karya Ramli Abdul Rahim yang telah disiarkan oleh majalah Dewan Sastera terbitan Dewan Bahasa dan Pustaka Kuala Lumpur

Wednesday, June 9, 2010

Yang Relevan


DEWAN SASTERA, Januari 2000


Apakah bacaanku
Relevan
Ada semacam satu kegilaan baru
Di mana-amana sahaja kuarahkan wajahku
Semuanya relevan untuk puisi mutakhirku
Tiba-tiba warna kemanusiaan yang kulukis
Dan yang tercokol di hadapanku
Tuntas dan cocok.
seorang penarik beca kini bisa bicara
Yang relevan dan mengenai yang relevan
Seorang penoreh getah di estet juga bicara
Yang relevan dengan dunianya
Orang-orang yang menjadi penunggu warung cerita
Semuanya relevan
Tanpa menolehkannya wajah mereka
Dari papan dam haji
Hilaian mereka terus relevan
Menusuk nurani ini
Apakah aku melihat satu kebejatan
Yang juga relevan.
Lantas aku bertanya
Siapa yang mengajar mereka
Hingga semuanya kenal dan jadi relevan
Dalam perhitungan mereka dunia ini milik siapa
Penarik beca penoreh getah dan penghuni warung
Hanyalah entiti kecil dan apakah kita harus
Mengeyahkan tasawur mereka
Kerana pada perkiraan kita hanyalah suara sifar
Atau kita gagal menterjemahkan bisikan mereka
Di atas kanvas kehidupan yang relevan.
Mungkinkah kita sudah kehilangan keyakinan di hati
Jiwa yang terlena oleh kilauan duniawi
Hingga kita tak bisa mengongsi kicauan beburung pagi
Sedangkan apabila kita dekati
Mereka
Mereka adalah sebahagian daripada kita
Walaupun mereka tidak punya modal
Kalau itu sifir kebahagiaan
yang kita kejar selama ini
maka apakah yang akan lebih relevan
selain rasa insaf
perjalanan yang kita lalui semuanya
adalah yang relevan
Dan satu hari akan dihisab kembali
Di hadapan pencipta segalanya
Ini.

Kelang
26 Julai 1999

0 comments:

Post a Comment